Latest topics
» teuing kamarana
Mon Dec 30, 2013 11:08 am by abahBAA

» Revolusi GALAKSI 2012
Mon Sep 24, 2012 12:01 am by Dabros

» Coretan Corel Draw
Sun Sep 23, 2012 11:09 pm by Dabros

» go to Sawarna
Sun Sep 23, 2012 10:46 pm by Dabros

» coba posting gambar
Sun Sep 23, 2012 10:13 pm by Dabros

» tak kenal maka tak apal
Sun Sep 23, 2012 9:59 pm by Dabros

» Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh
Wed May 11, 2011 12:10 am by yan

» Arti Kata Sunda
Thu Apr 21, 2011 11:28 pm by yan

» Karawitan (seni anu matak waas)
Thu Apr 21, 2011 11:11 pm by yan

» Download Lagu Sunda
Sat Apr 16, 2011 12:28 pm by aqyana

» jigana, ieu mah....
Fri Apr 15, 2011 11:36 pm by yan

» OROK GAYA TAH BARUDAK!!!
Thu Apr 07, 2011 9:40 pm by yan

» paribasa sunda
Thu Apr 07, 2011 12:17 am by yan

» """""""""""MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!
Wed Apr 06, 2011 8:11 pm by yan

» TEU KAWENGKU KU UNGKARA
Tue Apr 05, 2011 11:14 pm by yan

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


September 2017
MonTueWedThuFriSatSun
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Calendar Calendar


Arti Kata Sunda

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Arti Kata Sunda

Post  yan on Thu Apr 21, 2011 11:28 pm

Kata Sunda

Tidak jarang terjadi sebuah perbincangan yang sangat panjang dan berbelit-belit ketika beberapa orang dalam suatu pertemuan mencari arti atau pengertian dari suatu kata, terlebih apabila kata itu mempunyai ikatan emosional dengan pelaku pembicaraan atau masyarakat pendukungnya. Dalam hal kata Sunda, sampai saat ini masih menjadi satu topik yang menarik untuk diperbincangkan, terutama dalam pertemuan informal, dan merupakan satu contoh kasus yang senantiasa aktual. Hal ini karena kata Sunda di samping menyangkut nama satu kelompok etnis masyarakat yang mendiami sebagian wilayah di Pulau Jawa, juga dipercaya sebagai nama suatu agama (agama Sunda) yang mempunyai nilai sakral.

Menurut Edi S. Ekadjati dalam pidato pengukuhan jabatan guru besarnya yang berjudul Sunda, Nusantara, dan Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah (1995:3–4) memaparkan bahwa:

Secara historis, Ptolemaeus, ahli ilmu bumi bangsa Yunani, merupakan orang pertama yang menyebut Sunda sebagai nama tempat. Dalam buku karangannya yang ditulis sekitar tahun 150 Masehi ia menyebutkan bahwa ada tiga pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India (Atmamihardja, 1958: Cool. Kiranya berdasarkan informasi dari Ptolemaeus inilah, ahli-ahli ilmu bumi Eropa kemudian menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau yang terletak di sebelah timur India. Ahli geologi Belanda R.W. van Bemmelen menjelaskan bahwa Sunda adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menamai suatu daratan bagian barat laut India Timur, sedangkan dataran bagian tenggaranya dinamai Sahul. Dataran Sunda dikelilingi oleh sistem Gunung Sunda yang melingkar (Circum-Sunda Mountain System) yang panjangnya sekitar 7000 km. Dataran Sunda itu terdiri dari dua bagian utama, yaitu (1) bagian utara yang meliputi Kepulauan Filipina dan pulau-pulau karang sepanjang Lautan Pasifik bagian barat dan (2) bagian selatan yang terbentang dari barat ke timur sejak Lembah Brahmaputera di Assam (India) hingga Maluku bagian selatan. Dataran Sunda itu bersambung dengan kawasan sistem Gunung Himalaya di barat dan dataran Sahul di timur (Bemmelen, 1949: 2-3). Selanjutnya, sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula, yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Yang dimaksud dengan Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau yang berukuran besar yang terdiri atas pulau-pulau: Sumatera, Jawa, Madura, dan Kalimantan. Adapun Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau: Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor (Bemmelen, 1949: 15-16). Namun kemudian istilah Sunda Besar dan Sunda Kecil tidak dipakai lagi dalam percaturan ilmu bumi Indonesia.

Menurut Rouffaer (1905: 16) menyatakan bahwa kata Sunda berasal dari pinjaman kata asing berkebudayaan Hindu, kemungkinan dari akar kata sund atau kata suddha dalam bahasa Sansekerta yang mempunyai pengertian bersinar, terang, putih (Williams, 1872: 1128, Eringa, 1949: 289). Dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Bali pun terdapat kata sunda, dengan pengertian: bersih, suci, murbi, tak tercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, waspada (Anandakusuma, 1986: 185-186; Mardiwarsito, 1990: 569-570; Winter, 1928: 219).

Menurut Gonda (1973: 345-346), pada mulanya kata suddha dalam bahasa Sansekerta diterapkan pada sebuah gunung yang menjulang tinggi di bagian barat Pulau Jawa yang dari jauh tampak putih bercahaya karena tertutup oleh abu yang berasal dari letusan gunung tersebut. Gunung Sunda itu terletak di sebelah barat Gunung Tangkuban Parahu. Kemudian nama tersebut diterapkan pula pada wilayah tempat gunung itu berada dan penduduknya. Mungkin sekali pemberian nama Sunda bagi wilayah bagian barat Pulau Jawa itu diinspirasi oleh nama sebuah kota dan atau kerajaan di India yang terletak di pesisir barat India antara kota pelabuhan Goa dan Karwar (ENI, IV, 1921: 14-15). Selanjutnya, Sunda dijadikan nama kerajaan di bagian barat Pulau Jawa yang beribukota di Pakuan Pajajaran, sekitar Kota Bogor sekarang. Kerajaan Sunda ini telah diketahui berdiri pada abad ke-7 Masehi dan berakhir pada tahun 1579 Masehi (Danasasmita dkk, 1984: 1-27; Danasasmita dkk, IV, 1984; Djajadininingrat, 1913: 75).

Adapun arti kata sunda secara leksikografis/etimologis, R. Mamun Atmamihardja dalam bukunya Sejarah Sunda I (1956) mencatat beberapa arti yang didasarkan pada berbagai kamus bahasa, yaitu:

A. Bahasa Sansekerta

SUNDA, sopan, bersinar, terang

SUNDA, nama Dewa Wisnu

SUNDA, nama ksatria buta (daitya) dalam cerita Upa Sunda dan Ni Sunda

SUNDA, ksatria kera (wanara) dalam Cerita Ramayana

SUNDA, dari kata Çuddha (= putih)

SUNDA, nama gunung di Bandung Utara

B. Bahasa Kawi

SUNDA, air

SUNDA, tumpukan

SUNDA, pangkat

SUNDA, waspada

C. Bahasa Jawa

SUNDA, penyusun

SUNDA, bersatu

SUNDA, dua (dari arti Candrasangkala)

SUNDA, dari kata Unda (= naik)

SUNDA, daru kata Unda (= terbang)

D. Bahasa Sunda

SUNDA, dari sa-unda dan sa-tunda (= lumbung padi)

SUNDA, dari kata Sonda (= bagus)

SUNDA, dari kata Sonda (= terkenal)

SUNDA, dari kata Sonda (= senang)

SUNDA, dari kata Sonda (= menyenangkan)

SUNDA, dari kata Sonda (= setuju)

SUNDA, dari kata Sundara (= laki-laki tampan)

SUNDA, dari kata Sundara (= nama Dewa Kamajaya)

SUNDA, dari kata Sundari (= perempuan cantik)

SUNDA, indah

sumber : http://tantrapuan.wordpress.com/2009/05/12/arti-kata-sunda/

mangga kantun disimpulkeun ku nyalira, sunda teh "kumaha" hartosna...
avatar
yan

Jumlah posting : 44
Join date : 20.03.11
Age : 33
Lokasi : bekasi

http://kuakrbahagia.blogspot.com/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik